Home / Pendidikan

Selasa, 26 Januari 2021 - 20:10 WIB

Kepemimpinan dan Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

175 views

KEPEMIMPINAN DAN PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

 

Oleh:

Anisa Fitri (Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar), Prof. Dr. Zulmuqin MA dan Dr. Hj. Demina, M.Pd (Dosen IAIN Batusangkar)

 

Menghadapi era global yang diperkirakan ketat dengan persaingan disegala bidang kehidupan, khususnya dunia kerja yang semakin kompetitif, tidak ada alternatif lain selain berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui upaya peningkatan mutu pendidikan  di setiap jenjang pendidikan

Menjadi tenaga kependidikan yang profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkannya, adapun salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan pengembangan profesionalisme. Ini membutuhkan dukungan dari pihak yang mempunyai peran penting, dalam hal ini adalah kepala sekolah, dimana kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah.

Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan keprofesionalan kepala sekolah ini, pengembangan profesionalisme tenaga kependidikan mudah dilakukan karena sesuai dengan fungsinya, kepala sekolah memahami kebutuhan sekolah yang ia pimpin sehingga kompetensi guru tidak hanya mandeg pada kompetensi yang ia miliki sebelumnya, melainkan bertambah dan berkembang dengan baik sehingga profesionalisme guru akan terwujud. Karena tenaga kependidikan profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu, bahan ajar, dan metode yang tepat, akan tetapi mampu memotivasi peserta didik, memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan.

Sekolah sebagai wahana penting dalam pembentukan sumber daya manusia berkualitas dapat diwujudkan melalui tingkat satuan pendidikan. Kesukssesan untuk memperoleh mutu pendidikan yang baik tergantung pada kepada kepemimpinan yang kuat dari masing-masing kepala sekolah, hal ini senada dengan pendapat Crawfond M mengemukakan bahwa pemimpin yang sukses adalah mereka-mereka yang organisasinya telah berhasil dalam mencapai tujuan.

Secara harfiah, peimimpin berarti membimbing atau menuntun. Pemimpin merupakan orang yang memimpin ataupun seorang yang menggunakan wewenang serta mengarahkan bawahannya guna mengerjakan pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi.

Guru sebagai tenaga pendidik merupakan tenaga yang harus ada pada suatu negara. Karena mereka jugalah yang nantinya akan menjadi penentu maju mundurnya suatu bangsa. Guru inilah yang akan mewariskan kebudayaan, sebagai komponen yang menentukan tingginya kualitas sumber daya manusia, sebagai agen penggerak untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat menuju yang lebih baik. Melalui pendidikan yang diberikan kepada generasi muda dalam hal ini adalah peserta didik, seorang guru akan senantiasa menjadi panutan dalam setiap tindakan anak didiknya. Mereka akan menuruti apa yang telah diajarkan oleh gurunya. Oleh karena itu guru tersebut harus senantiasa memiliki kemampuan dan keahlian untuk mengatur, membimbing, dan mengarahkan anak didik dengan sebaik-baiknya. Guru yang mempunyai kemampuan seperti itulah yang dikatakan sebagai guru profesional. 

Menurut Kanki, kepemimpinan yang efektif mencakup pada pemimpin yang menegaskan atau menguraikan aturan, norma, batasan tugas yang merupakan model normatif dan lingkungan tugas organisasi. pemimpin harusnya menetapkan dinamika otoritas yang jelas, serta kompetensi teknis, sosial, dan manajerial serta diperlukan bentuk pengaruh hirarkis dan distribusi kerja(dalam Demina dkk, 2020: 154)

Baca Juga :  Yuk Daftar, TLC Gelar Webinar Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan

Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan. Karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan keprofesionalan kepala sekolah ini pengembangan profesionalisme tenaga kependidikan mudah dilakukan karena sesuai dengan fungsinya, kepala sekolah memahami kebutuhan sekolah yang ia pimpin sehingga kompetensi guru tidak hanya mandeg pada kompetensi yang ia miliki sebelumnya, melainkan bertambah dan berkembang dengan baik sehingga profesionalisme guru akan terwujud.

Sekolah sebagai pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian, dalam mengembangkan intelektual peserta didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kepala sekolah sebagai pemimpin pada sebuah lembaga pendidikan formal, mempunyai peran sangat penting dan menentukan dalam membantu para guru dan muridnya. Di dalam kepemimpinnya kepala sekolah harus dapat memahami, mengatasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lingkunagn sekolah secara menyeluruh. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya, seorang kepala sekolah harus mampu meningkatkan kinerja para pendidik termasuk tenaga kependidikan yang berada di bawah kewenangannya.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seorang guru. Maka sebagai pimpinan tertinggi di sekolah, seorang kepala sekolah harus mampu memberikan energi positif yang mampu menggerakkan para guru untuk melaksanakan tugasnya secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sehingga kinerja mereka menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Sebagai pemimpin yang mempunyai pengaruh, seorang kepala sekolah harus terus berusaha agar ide, nasehat, saran dan (jika perlu) instruksi dan perintah dan kebijakannya diikuti oleh para guru binaannya. Dengan demikian ia dapat mengadakan perubahan-perubahan dalam cara berfikir, dalam bersikap dan dalam bertindak atau berperilaku. Maka menjadi tuntutan bagi seorang kepala sekolah harus selalu merefresh pengetahuan dan wawasan keilmuannya agar nantinya dapat mendukung tugasnya sebagai seorang pimpinan.

loading...

Dalam pandangan profesi guru yang baik memerlukan berbagai aspek dari kompetensi-kompetensi yang perlu dicapainya yaitu:

  1. Standar Pendidikan nasional yang menyatakan bahwa guru adalah tenaga profesional.

Dalam pendidikan yang ada di madrasah sudah berajalan sesuai dengan standar pendidikan nsional (SNP). Hal ini sudah di laksanakan sebagimana mestinya guru profesional yang menginginkan meningkatnya terus kinerjanya dalam modal bagi keberhasilan pendidikan. Sedangkan dalam meningkatkan guru profesional terdapat beberapa kompetensi meliputi, Kompetensi pedagogik, Kompetensi kepribadian, Kompetensi Sosial, dan juga Kompetensi Profesional.

  1. Mutu Pendidikan mencakup beberapa satuan yang di lakukan pada standar nasional pendidikan.

Mutu pendidikan bukan saja dari faktor tertentu melainkan dari standar pendidikan nasional yang menjadi tujuan utama dalam proses pendidikan. Dari delapan standar yang wajib di penuhi merupakan faktor utama yang di anggap tidak mudah, Mutu Pendidikan mencakup beberapa satuan yang di lakukan pada standar nasional pendidikan. Adapun faktor utama yang dianggap tidak mudah, dalam hal ini yaitu, madrasah membutuhkan kinerja guru yang cukup baik, oleh karennya upaya guru dalam menigkatkan mutu pendidikan bukan saja dari faktor tertentu melainkan dari standar pendidikan nasional yang menjadi tujuan utama dalam proses pendidikan. (Faizah dkk. 2019: 138-139)

Baca Juga :  Lekas Pinjam, Inovasi Perpustakaan Ala Mahasiswi IPB University #3

Profesionalisme Guru dalam rangka peningkatan mutu pendidikan ini menarik dan penting dilakukan, karena beberapa hal sebagai berikut:

  1. Setelah lebih dari lima puluh tahun Indonesia merdeka, baru saat ini timbul perhatian yang sungguh-sungguh dari Pemerintah Republik Indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan. Perhatian ini antara lain dilakukan melalui perubahan Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidika Nasional, dan ditetapkannya anggaran pendidikan 20% dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), juga keluarnya Undang-Undang Nomor 14Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2008 tentang Guru, ditetapkannya berbagai paradigma baru Visi Pendidikan Nasional, kurikulum pendidikan, proses belajar mengajar dan lain sebagainya. Semua itu pada intinya ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Munculnya berbagai kebijakan pemerintah tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab oleh para penyelenggara pendidikan, pemangku kepentingan, stakeholder dan sebagainya, dan bukan hanya sekadar untuk mengejar kenaikan gaji atau tunjangan.
  2. Para ahli pendidikan pada umumnya sepakat, bahwa peningkatan mutu pendidikan sebagaimana tersebut di atas pada akhirnya bermuara kepada tersedianya tenaga pendidik (guru dan dosen) yang bermutu. Tersedianya dana yang besar, sarana prasarana yang lengkap, serta berbagai komponen pendidikan lainnya yang serba baru, belum menjamin tercapainya tujuan peningkatan mutu pendidikan, jika mutu tenaga pendidiknya tidak ditingkatkan. Pernyataan ini mengingatkan tentang pentingnya meningkatkan mutu pendidik sebagai upaya strategis dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Kesadaran peningkatan mutu tenaga pendidik ini sekarang sedang tumbuh, dan karenanya perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tenaga pendidik yang bermutu dan profesional antara lain wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Hal ini mengingatkan tentang pentingnya dilakukan pendidikan profesi keguruan yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi. Kebijakan ini ditempuh, mengingat bahwa pembina mutu tenaga pendidik bukanlah perkara yang mudah. Nurlaila, 2013:260-262

Referensi :

Demina Dkk. 2020. Leadership Management Of Education And Personality Leaders Of Industrial Revolution 4.0. Jurnal Al Fikra 8 (2): 154

Faizah, Zumrotu Dkk. 2019. Profesionalisme Guru Dalam Meingkatkan Mutu Pendidikan Di Madrasah Ibtidiyah Tahfidz Al Asyhar Malang. Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidiyah 1 (3) : 138-139

Nurlaila. 2013. Profesionalisme Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jurnal Ta’dib 18 (2) :260-262

loading...
loading...

Share :

Baca Juga

Advertorial

Segera Daftar Webinar Teras Literasi Cianjur “Berprestasi di Tengah Pandemi melalui Literasi”

Pendidikan

MI Hidayatul Athfal Jonggol Berikan Donasi untuk Korban Bencana Gunung Mas

Pendidikan

Ketua Kwarran Cariu Buka Sidang Paripurna Ranting DKR

Pendidikan

Webinar Nasional Himadikpolkum IPI Garut Upaya Lahirkan Entrepreneur Peduli Lingkungan

Pendidikan

Yuk Daftar, TLC Gelar Webinar Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan

Catatan MHT

Satu Per Satu Mulai Diresmikan #14

Pendidikan

Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Catatan MHT

Kompetisi Pramuka (Kompra) MAN 2 Kota Bogor #15