Home / Pearlaaxy

Senin, 1 Februari 2021 - 07:53 WIB

Memasuki Februari 2021, Tiga Negara Ini akan Segera Tiba di Mars

78 views

blog.ibarat.id – Mars merupakan planet yang menjadi objek penelitian sejak dulu kala. Para peneliti nampaknya tidak menyerah dan semakin gencar mencari tanda-tanda kehidupan di planet merah ini. Di tahun 2020 kemarin, tiga negara telah berhasil meluncurkan misi luar angkasa ke Mars, yaitu Amerika, China, dan Uni Emirat Arab.

Alasan ketiga negara tersebut meluncurkan misi luar angkasa pada tahun 2020 kemarin karena letak Bumi dan Mars sedang sejajar dan saling berdekatan, sehingga memungkinkan roket meluncur dari Bumi ke Mars dengan pola garis lurus.

1. NASA, Amerika Serikat

Setelah meluncurkan misi Curiosity pada tahun 2013, kali ini NASA kembali meluncurkan misi Perseverance di Mars. Tujuan dari misi ini yaitu untuk mencari tanda-tanda kehidupan mikroorganisme kuno di Mars. Misi ini juga akan mengumpulkan sampel batu dan tanah yang ada di Mars untuk diteliti lebih lanjut di Bumi oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA). Diperkirakan sampel tersebut akan tiba di Bumi pada tahun 2031.

Rover Perseverance akan mendarat di kawah Jazero pada Februari 2021. Kawah Jazero merupakan rumah bagi sebuah danau di Mars yang diduga berusia miliaran tahun. Misi ini akan berjalan selama satu tahun di Mars atau sama dengan 687 hari di Bumi.

Perseverance meluncur dengan roket dari perusahan gabungan Lockhead dan Boeing, United Launch Alliance (ULA) Atlas V. Misi ini kemungkinan dapat membuka jalan untuk astronaut bisa menapakan kaki di Mars, seperti ambisi Amerika Serikat pada misi Artemis di tahun 2024 yang akan datang.

loading...

2. China

China tak kalah gencarnya menjalankan misi ke Mars. China meluncurkan misi Tianwen-1 yang diperikiran akan tiba di Mars pada Februari 2021. Misi Tianwen-1 adalah misi pertama luar angkasa China ke Mars. Misi ini bertujuan untuk mengumpulkan data geologis di Mars, seperti data soal tanah, struktur geologis, atmosfer dan tanda-tanda air di Mars.

Baca Juga :  Menilik Ceres, Planet Katai Saingan Mars yang Habitable

China membekali Tianwen-1 dengan tiga kendaraaan, yakni orbiter, lander, dan rover. Satelit orbiter akan melayang di atmosfer Mars, sedangkan lander dan rover akan didaratkan di Mars. Misi ini akan berjalan selama 90 hari atau 3 bulan.

3. Uni Emirat Arab

Berbeda dengan Amerika dan China, misi Uni Emirat Arab yang dikenal dengan misi Hope ini hanya melakukan penelitian di sekitar orbit Mars. Tidak ada misi di daratan Mars. Hope akan mengorbit Mars selama setahun atau setara dengan 687 hari di Bumi. Misi ini akan berfokus pada pengumpulan data atmosfer dan iklim Mars.

Misi Hope meluncur menggunakan roket buatan perusahaan Jepang, yaitu Mitsubishi H-IIA. Pengembangan misi ini terbilang cukup pesat, yakni hanya membutuhkan waktu 6 tahun. Biasanya pengembangan misi ke Mars membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 12 tahun.

Stasiun cuaca Hope ini akan dikendalikan dari Dubai untuk mengirim data atmosfer dan perubahan iklim Mars.

Tiga negara tersebut memiliki misi yang berbeda-beda di Mars. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa misi-misi ini akan menjadi ajang kompetisi siapa yang paling mendominasi penelitian di Mars. Menurutmu, negara mana yang akan paling mendominasi? 

(Pearlaaxy)

loading...
loading...

Share :

Baca Juga

Pearlaaxy

Semua Orang akan Lost Contact pada Waktunya

Pearlaaxy

11 Slang Word Ini akan Membuatmu Terdengar Lebih Pro Berbahasa Inggris Lho

Pearlaaxy

8 Trik Psikologis yang Tak Banyak Orang Tahu, Pernah Mencobanya?

Pearlaaxy

Amor Fati dan Cara Menerapkannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Pearlaaxy

Hari Kanker Sedunia 2021, I Am and I Will

Pearlaaxy

Mengenal Geosmin, Sumber Aroma Terkuat Petrikor

Pearlaaxy

Dari Mana Asalnya Kabut?

Pearlaaxy

Mengapa Awan Hujan Berwarna Kelabu?