Home / Pendidikan

Selasa, 26 Januari 2021 - 20:10 WIB

Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

150 views

PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

 

Saputra Habci Amran, Prof. Dr. Zulmuqin MA dan Dr. Hj. Demina, M.Pd  (Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam IAIN Batusangkar dan Dosen IAIN Batusangkar)

 

Lembaga pendidikan memegang peran penting dalam menjadikan pendidikan nasional yang berkualitas dan bisa bersaing di era global ini. Jika lembaga pendidikan maju maka pendidikan Indonesia juga akan maju. Di lembaga pendidikan tentunya tak akan lepas dari yang namanya kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai aktor, imam, pemimpin, pemangku kepentigan di sekolah.

Kepala sekolah jika diibaratkan sebuah sistem mekanis, kepala sekolah merupakan motor utama penggerak bagi sistem tersebut. Sistem tidak akan berjalan manakala motor penggeraknya kurang optimal bahkan macet atau mati. Jika analogi tersebut kita tarik dalam dunia manajemen sekolah, maka maju mundurnya sekolah, bagus atau buruknya kualitas sekolah, sangat ditentukan oleh peran kepala sekolah. Maka tidak heran jika ada sekolah yang semula rendah kualitasnya, tiba-tiba menjadi sekolah dengan kualitas unggul dan diminati pelanggan pendidikan. Dikarenakan kepala sekolah bereperan efektif dalam menggerakkan komponen sekolah lainnya, untuk bersinergi dalam menggapai peningkatan mutu dan keberhasilan sekolah Keberhasilan suatu lembaga atau organisasi terletak pada kepemimpinan.

Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, mempengaruhi untuk perbaikan kelompok dan budayanya serta memotivasi perilaku anggota guna mencapai tujuan. Dengan adanya pemimpin mewujudkan sasaran yang akan dicapai.apabila sistem yang dilalukan berjalan dengan baik. Peran pemimpin dalam sebuah organisasi sangat penting karena kunci utama dalam sebuah organisasi atau lembaga ditujukan pada pemimpin.

Secara garis besar, teori kepemimpinan dibagi menjadi tiga macam yaitu teori sifat, teori tingkah laku dan teori situasional, dengan penjelasan sebagai berikut (Demina dan Rahmi Fitria. 2018: 56-58):

  1. Teori sifat

Pemimpin itu dilihat dari sifat yang ada di dalam dirinya apakah layak atau tidaknya menjadi seorang pemimpin. Sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah intelegensi, inisiatif, energi atau rangsangan, kedewasaan emosional, persuasif, skill komunikatif, keepercayaan pada diri sendiri, perseptif dan kreativitas.

  1. Teori tingkah laku

Ada tiga macam kepemimpinan menurut teori tingkah laku ini yaitu:

  1. Otoriter

Pada tipe pemimpin ini, semua anggota organisasi harus mengikuti apa yang dikatakan pemimipin.

  1. Demokrasi

Pada tipe kepemipinan ini lebih mengutamakan musyawarah dengan anggota organisasi dalam mengambil keputusan

  1. Laissez faire
Baca Juga :  MI Hidayatul Athfal Jonggol Berikan Donasi untuk Korban Bencana Gunung Mas

Pada tipe kepemipinan ini berlawanan dengan tipe otoriter. Pemipinan memberikan kebebasan kepada anggota organisasi melalukan apa yang di inginkan

  1. Teori Situasional

Jenis tindakan atau kebijakan yang diambil disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat itu yang terjadi

Kepemimpinan ini terdapat antara manusia yaitu hubungan mempengaruhi (dari pemimpin) dan hubungan kepetuhan-kepatuhan para pengikut/ bawahannya karena dipengaruhi oleh kewibawaan pemimpin. Para pengeikut terkena pengaruh kekuatan dari pemimpinnya dan bangkitlah secara spontan rasa ketaatan pada pemimpin (Kartono, 2006:2  )

Adapun menurut Harsey dan Blanchard yang dikutip oleh Muslihah, mengemukakan definisi kepemimpinan, antara lain:

  1. Kepemimpinan adalah sebagai kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok
  2. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut mencapai tujuab umum
  3. Kepemimpinan sebagai pengaruh antara peribadi yang terjadi pasa suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi kearah tercapainya suatu tujuan. (Eneng,2016:91)

Kepemimpinan adalah sifat-sifat, perilaku pribadi, pengaruh terhadap orang lain, pola-pola interaksi, hubungan kerjasama antar peran, kedudukan dari suatu jabatan administratif, dan berbagai persepsi dari lain-lain tentang legitimasi pengaruh.

Helamawati menjelaskan bahwa kepala sekolah adalah salah satu personel sekolah yang membimbing dan memiliki tanggung jawab bersama anggota lain untuk mencapai tujuan (Helamawati,2014:17).  Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan dalam meningkatkan pendidikan. Sebagaimana diungkapkan Mulyasa bahwa: “Erat hubungannya antara mutu kepala sekolah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah, dan menurunnya perilaku nakal peserta didik”.(Mulyasa,2004: 24)

loading...

Menurut Purwanto, mengatakan bahwa seorang kepala sekolah mempunyai sepuluh macam peranan, yaitu : “Sebagai pelaksana, perencana, seorang ahli, mengawasi hubungan antara anggota-anggota, menwakili kelompok, bertindak sebagai pemberi ganjaran, bertindak sebagai wasit, pemegang tanggung jawab, sebagai seorang pencipta, dan sebagai seorang ayah.”  (Purwanto, 2004 : 65) peranan kepala sekolah sebagai pemimpin, sebagai berikut :

  1. Sebagai pelaksana (executive)

Seorang pemimpin tidak boleh memaksakan kehendak sendiri terhadap kelompoknya. Ia harus berusaha memenuhi kehendak dan kebutuhan kelompoknya, juga program atau rencana yang telah ditetapkan bersama

  1. Sebagai perencana (planner)

Sebagai kepala sekolah yang baik harus pandai membuat dan menyusun perencanaan, sehingga segala sesuatu yang akan diperbuatnya bukan secara sembarangan saja, tatapi segala tindakan diperhitungkan dan bertujuan.

  1. Sebagai seorang ahli (expert), Ia haruslah mempunyai keahlian terutama yang berhubungan dengan tugas jabatan kepemimpinan yang dipegangnya.
  2. Mengawasi hubungan antara anggota-anggota kelompok (contoller of internal relationship). Menjaga jangan sampai terjadi perselisihan dan berusaha mambangun hubungan yang harmonis.
  3. Mewakili kelompok (group representative)
Baca Juga :  Kembangkan UMKM, Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Berikan Sosialisasi

Ia harus menyadari, bahwa baik buruk tindakannya di luar kelompoknya mencerminkan baik buruk kelompok yang dipimpinnya.

  1. Bertindak sebagai pemberi ganjaran / pujian dan hukuman.
    Ia harus membesarkan hati anggota-anggota yang bekerja dan banyak sumbangan terhadap kelompoknya.
  2. Bertindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and modiator)
    Dalam menyelesaikan perselisihan atau menerima pengaduan antara anggota-anggotanya ia harus dapat bertindak tegas, tidak pilih kasih atau mementingkan salah satu anggotanya.
  3. Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya
    Ia haruslah bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan anggota-anggotanya yang dilakukan atas nama kelompoknya.
  4. Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (idiologist)
    Seorang pemimpin hendaknya mempunyai kosepsi yang baik dan realistis, sehingga dalam menjalankan kepemimpinannya mempunyai garis yang tegas menuju kearah yang dicita-citakan.
  5. Bertindak sebagai ayah (father figure)
    Tindakan pemimpin terhadap anak buah/kelompoknya hendaknya mencerminkan tindakan seorang ayah terhadap anak buahnya.

pendidikan/ sekolah yang bermutu dapat ditingkatkan apabila sekolah memiliki 1) dukungan dari pemerintah, 2) Kepemimpinan Kepala sekolah yang efektif, 3) Kinerja guru yang baik, 4) kurikulum yang relevan, 5) lulusan yang berkualitas, 6) dukungan masyarkat dan orang tua siswa (Fadli,2016:106-111)

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Demina dan Rahmi Fitria. 2018. Literasi dan Inovasi dalam Meningkatkan Kompetensi Kepemimpinan Pendidikan. 3 International Conference on Education 2018 Teacher in the Digital Age, 56-58

Fadli, Muhammad, 2016. Manajemen peningkatan mutu pendidikan. Jurnal iqtan 7(1):106-111

Nasrul Amin, F. S. 2018. Budaya Pendidikan, Budaya Organisasi Dan Budaya Mutu Lembaga Pendidikan Islam. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 94–106.

Kartono, K. 2006. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta :PT, Raja Grafindo Persada

Purwanto Ngalim.2002. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Encep Syarifudin Muhyi. 2011. Kepemimpinan Pendidikan Transformasi, Jakarta: Diadit Media

Eneng Muslihah.2016. Kinerja Kepala Sekolah. Ciputat : Haja Mandiri

Helamawati.201. Meningkatkan Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah Melalui Managerial Skill. Bandung: Rineka Cipta

Mulyasa. 2004. Menjadi Kepala Sekolah Profesional”, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya

loading...
loading...

Share :

Baca Juga

Catatan MHT

Kompetisi Pramuka (Kompra) MAN 2 Kota Bogor #15

Pendidikan

Webinar Nasional Himadikpolkum IPI Garut Upaya Lahirkan Entrepreneur Peduli Lingkungan

Pendidikan

Ketua Kwarran Cariu Buka Sidang Paripurna Ranting DKR

Catatan MHT

Satu Per Satu Mulai Diresmikan #14

Pendidikan

MI Hidayatul Athfal Jonggol Berikan Donasi untuk Korban Bencana Gunung Mas

Pendidikan

Kembangkan UMKM, Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Berikan Sosialisasi

Pendidikan

Yuk Daftar, TLC Gelar Webinar Meningkatkan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan

Pendidikan

Kepemimpinan dan Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan