Home / Catatan MHT / IPB / Pertanian

Kamis, 14 Januari 2021 - 00:23 WIB

Young Agripreneur Camp Batch 7 Part 1 #25

360 views

Berangkat dari Asrama Kepemimpinan dan Kader Pejuang Pertanian IPB University, peserta Young Agripreneur Camp (YAC) Batch 7 menuju Pesantren Pemberdayaan Umat, Yayasan Jamiyyatul Hidayah, Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Selama 2 hari pertama ini peserta YAC akan mendapatkan pembinaan tentang pertanian, mulai dari teori hingga praktik langsung.

Young Agripreneur Camp (YAC) merupakan gerakan untuk menciptakan 1000 agripreneur muda untuk pertanian Indonesia. Peserta akan diibina langsung oleh ahli dan praktiksi pertanian. Ada yang bagian pertanian secara khususnya, peternakan dan perikananan.

Kegiatan mencetak agripreneur muda sejak 26 Desember 2018 ini dilaksanakan selama 4 hari, yaitu 21, 22, 28, dan 29 November 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan. Di hari pertama kemarin kami peserta mendapatkan insight baru, mulai dari prospek usaha perikanan dan peternakan di Indonesia, peran pesantren dalam pembangunan pertanian, budidaya puyuh, peternakan sapi, smart farming, budidaya ikan tawar, budidaya ikan hias, dan bangga menjadi petani.

Teori maupun pengalaman yang disampaikan oleh narasumber membuat saya yakin bahwa pertanian itu bukan hanya soal tanam menanam dan cangkul mencangkul. Namun, lebih dari itu. Banyak potensi yang bisa kita manfaatkan. Tinggal mau fokus di bidang pertanian mana.

Kemarin ada seorang narasumber yang budidaya puyuh. Menurutnya, ketika menjadi seorang agripreneur itu akan membuka lapangan pekerjaan baru dan dapat membantu menghidupi keluarga.

Hal lain yang saya dapatkan dari narasumber juga bahwa menjadi seorang agripreneur tidak harus memiliki modal besar dalam bentuk finansial. Hal yang paling penting adalah modal kemauan dan niat yang tinggi untuk menjadi seorang agripreneur.

Seperti narasumber Pak Bramanda. Ia saat ini sedang berbisnis di peternakan sapi. Sebelum mempunyai bisnis saat ini, ia awalnya menjual sapi untuk kurban. Tidak memiliki modal, ia meminjam dua sapi yang kemudian dirawat dan dijual. Hal itu terus dilakukan sehingga bisa memiliki bisnis peternakan sapi.

Baca Juga :  Cerita Kesaksian 16 Tahun Silam Tsunami Aceh #53
loading...

Soal lahan, menurut Pak Bramanda jangan terlalu dipikirkan. Action saja dulu. Apalagi sekarang sudah ada teknologi. Bisa dimanfaatkan untuk kegiatan berbisnis.

Terjun ke dunia agripreneur juga ada yang berawal dari hobi. Kang Wahyu adalah contohnya. Ia seorang peternak hias yang sukses. Awalnya hanya hobi saja memelihara ikan hias. Kemudian lambat laun kepikiran untuk menjadi ladang bisnis. Bahkan, penghasilan dari pekerjaan kantor dengan bisnis ikan hias sama, hingga akhirnya Kang Wahyu memutuskan untuk fokus di peternakan ikan hias.

Dalam mengelola pertanian jangan hanya satu komoditas. Misal punya sawah. Di pinggirnya bisa ditanam pohon pisang, pepaya, dan lain sebagainya. Ini akan menjadi nilai tambah bagi petani. Pernyataan ini saya dapatkan dari seorang petani sekaligus narasumber bernama Mas Sujino Pamungkas. Ia merasa bangga menjadi petani. Menurutnya, petani adalah profesi mulia. Petani siap kepanasan, siap kekeringan, dan siap kehujanan.

“Jadi petani, kenapa tidak?” katanya yang juga terpampang dalam proyektor.

Di YAC ini juga tidak hanya mendapatkan materi pertanian, tapi juga mendapatkan motivasi dari Ketua Yayasan Jamiyyatul Hidayah. Poin yang saya ingat hingga saat ini adalah kita harus memiliki mimpi. Saat bangun tidur di pagi hari ada dua pilihan, mau melanjutkan mimpi atau merealisasikan mimpi. Melanjutkan mimpi berarti tidur lagi sementara merealisasikan mimpi adalah kita mulai beraktivitas dan berikhtiar untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Terkait peran pesantren dalam pembangunan pertanian, menurutnya adalah merealisasikan, mengkaji, dan menerapkan Alquran dan hadis. Katanya, pesantren bisa mencetak santri yang bisa mendapatkan penghasilan. Salah satunya dengan pertanian.

Pada hari kedua ini, kami peserta YAC akan terjun ke lapangan. Bersama petani dan peternak langsung. Bagaimana keseruannya? Tunggu edisi berikutnya. Semangat dan selamat pagi.

loading...
loading...

Share :

Baca Juga

Catatan MHT

Anak Jalanan yang Bersikeras #35

Catatan MHT

Mati Listrik #22

IPB

Graha Widya Wisuda (GWW) Gedung Awal-Akhir Mahasiswa IPB

Catatan MHT

Pertama Jadi Jurnalis #54

Catatan MHT

Satu Per Satu Mulai Diresmikan #14

Catatan MHT

Coretan Perjalanan ke Kota Santri

Catatan MHT

Weekend Kembali Tiba #17

Catatan MHT

Rela Demi Kita #48